Rabu, 10 April 2013

MATERI CAHAYA KELAS 8

Kompetensi Dasar:
1. Mendeskripsikan tentang sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan cermin dan lensa.
2. Mendeskripsikan alat-alat optik dan penerapannya sehari-hari

Indikator :
1.a. Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus
1.b. Menjelaskan hukum pemantulan yang diperoleh melalui percobaan.
1.c. Menjelaskan hukum pembiasan yang diperoleh berdasarkan percobaan
1.d. Mendeskripsikanproses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin datar, cermin cekung dan         cermin cembung.
1.e. Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada lensa cekung dan lensa    
      cembung.
2.a. Menjelaskan fungsi mata sebagai alat optic.
2.b. Menggambarkan pembentukan bayangan benda pada retina
2.c. Menjelaskan beberapa cacat mata dan penggunaan kacamata.

Materi

Cahaya Merambat Lurus
Coba kalian perhatikan gambar a. Gambar apakah itu? Apakah bayangannya jelas? Sekarang perhatikan gambar b. Apakah bayangannya jelas? Jarak benda dekat dengan dinding bayangan yang terbentuk jelas. Sedangkan  jarak benda semakin jauh  dari dinding bayangan yang terbentuk  semakin kabur.  Mengapa terjadi demikian?  Untuk lebih memahami lagi, ayo kita pelajari Materi cahaya.




                       gambar a                                                              gambar b

Cahaya digolongkan sebagai suatu bentuk radiasi. Radiasi adalah sesuatu yang memancar  keluar dari suatu sumber tetapi bukan merupakan zat. Cahaya dapat dilihat mata manusia. Cahaya termasuk  gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnetic. Getaran ini tegak lurus terhadap arah perambatan cahaya, sehingga cahaya termasuk gelombang transversal.  Cahaya matahari dapat merambat melalui ruang hampa. Kelajuan gelombang ini adalah   300 juta m/s.  Ketika kamu menyorotkan senter di tempat yang gelap tampak olehmu cahaya senter memancar lurus (tidak berbelok).

Pemantulan Cahaya
Hukum pemantulan cahaya dikemukakan oleh W. Snellius, menurutnya apabila seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata, maka akan berlaku aturan-aturan sebagai berikut :
  1. Sinar datang (sinar jatuh), garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
  2. Sudut sinar datang (sinar jatuh) selalu sama dengan sudut sinar pantul (sudut i = sudut r )


Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Ketika kamu berdiri di depan cermin datar, bagaimanakah bayanganmu? Tampak bahwa kamu dapat melihat bayanganmu. Tetapi bayanganmu tidak dapat ditangkap oleh layar
Sifat bayangan pada cermin datar :
  1. Tinggi benda sama dengan tinggi bayangan.
  2. Bayangan yang terjadi sama tegak.
  3. Jarak benda sama dengan jarak bayangan
  4. Berkebalikan sisi, artinya bagian kanan benda  menjadi bagian kirinya.
  5. Bayangan cermin merupakan bayangan semu, artinya bayangan tidak dapat ditangkap oleh layar.



Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung

Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung kedalam, cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen) 
Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung
Tiga sinar istimewa pada cermin cekung :
  1. Sinar datang sejajar sumbu utama  dipantulkan  melalui titik focus.


2. Sinar datang  melalui titik focus  dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.



3. Sinar datang  menuju  titik pusat kelengkungan  cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga.


Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung
cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung keluar, cermin cembung bersifar menyebarkan cahaya (divergen)
Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung
Tiga sinar istimewa pada cermin cekung :

1. Sinar datang sejajar sumbu utama  dipantulkan  melalui titik focus.



2. Sinar datang  melalui titik focus  dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.



3. Sinar datang  menuju  titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga.


Pembiasan Cahaya
pembiasan adalah peritiwa membeloknya arah rambat cahaya karena cahaya melewati 2 medium yang berbeda kerapatan optiknya
Hukum pembiasan cahaya :
1. Sinar datang, garis normal  dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2. Perbandingan proyeksi sinar datang dengan proyeksi sinar bias adalah konstan


Pembiasan Pada Lensa Cekung
Lensa cembung adalah lensa yang pada bagian tengahnya lebih tipis dari bagian tepinya, lensa cekung bersifat menyebarkan cahaya (divergen), lensa cekung biasa disebut lensa negatif

Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung:

1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik focus F1



2. Sinar datang  yang melalui titik  pusat lensa  ( 0 )  tidak mengalami pembiasan.



3. Sinar datang  yang seolah-olah  menuju titik focus, dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.


Pembiasan Pada Lensa Cembung
lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagian tepinya, lensa cembung bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya). lensa cembung biasa disebut lensa positif atau kaca pembesar.

Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung :

1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan  menuju titik focus



2. Sinar datang  yang melalui titik  pusat lensa  ( 0 )  tidak mengalami pembiasan



3. Sinar datang  melalui titik focus akan dibiaskan  sejajar sumbu utama


Mata Sebagai Alat Optik
Mata kita termasuk alat optic yang memiliki keterbatasan. Mata tidak dapat melihat benda yang ukurannya sangat kecil seperti virus dan bakteri. Mata kita juga tidak dapat melihat secara jelas benda-benda yang sangat jauh seperti bintang dan bulan, untuk itu mata  memerlukan alat bantu, yaitu alat optik.



Bentuk mata menyerupai bola, pada bola mata terdapat benda bening yang disebut  lensa mata. Lensa mata bersifat tembus cahaya, dan berupa lensa cembung. Lensa mata berfungsi membiaskan sinar-sinar yang dating ke mata, dengan demikian  bayangan jatuh di retina mata. Syarat seseorang dapat melihat benda  adalah harus adanya cahaya. Cahaya yang dipantulkan oleh benda kemudian masuk ke mata kita melalui kornea  terus melewati lensa mata, dan akhirnya terbentuk bayangan  di retina. bayangan benda jatuh tepat dibintik kuning. Bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.

Cacat Mata dan Kacamata
Cacat mata adalah gangguan penglihatan mata karena menurunnya daya akomodasi, tidak meratanya bidang kelengkungan  lensa mata,  dan terjadinya pengapuran pada lapisan kornea. Agar dapat membaca dengan normal, maka penderita cacat mata  perlu dibantu dengan  menggunakan kacamata.
Pada mata normal  memiliki titik dekat 25 Cm (PP = Punchtum Proximum) dan titik jauh ( Puncthum Remotum) tak terhingga. Pada cacat mata  terjadi pergeseran  titik tersebut.
Cacat mata ada 3, yaitu :
1. Rabun dekat ( hipermetropi ) dibantu dengan kacamata konvergen (positif) atau lensa cembung.
   
2. Rabun jauh (miopi) dibantu dengan kacamata divergen (negative) atau lensa cekung. Mata seperti ini dikarenakan:
  • bola mata terlalu lonjong
  • bayangan   benda terbentuk di depan retina
     


Simulasi

Latihan

Tes

Tim
TIM PENGEMBANG

Penulis : R. Sapta Nurrochman, S.Pd
Pengkaji Materi : Dr. I Made Astra, M.Si
Pengkaji Media : Drs. Gatot Pramono, M.Pet
Pemrogram : Hardianto, S.Kom
Pendesain Grafis : Dwi Harianti, A.Md
Animator : Dwi Harianti, A.Md
Quality Control : Drs. Kenthut, Drs. Gatot Pramono, M.Pet

1 komentar: